SEJARAH SILSILAH ANGGOTA SEKRETARIAT MARGA TUTUR PANTANGAN KESENIAN PENANGGALAN PROSESI ADAT

TUTUR

Sebelum menelusuri tentang TUTUR ada baiknya kita ketahui tentang arti ERTUTUR , yang artinya adalah memperkenalkan diri. Dengan ertutur seseorang akan mengetahui tinggi rendahnya derajat dalam pergaulan masyarakat Karo, misalnya dia akan mengetahui dia dalam kedudukan sebagai Bapa, Abang, Mama dsb. Panggilan tutur ini adalah suatu kehormatan dan sama sekali mengabaikan tentang pangkat seseorang misalnya dia itu Presiden, Jenderal, Dokter dll
Tutur dibagi menjadi 3 bagian:

Tutur meganjang artinya derajat perkauman dalam pergaulan adalah tinggi, orang yang mempunyai tutur meganjang harus dihormati oleh yang dibawahnya, meskipun misalnya dia lebih muda, tidak boleh disebut namanya, melainkan harus dipanggil dengan Pa Anu, kalau perempuan Ame Anu atau mama, bapa, bengkila, bibi dan nini menilik dari tuturnya. Sebaliknya yang memiliki tutur menganjang boleh bebas memanggil yang lebih rendah walaupun mungkin yang dipanggil lebih tua umurnya.

Tutur tengah boleh memanggil kaka kepada sesamanya yang lebih tua umurnya dari pada yang memanggil

Tutur meteruk artinya derajat yang rendah, memanggil sesorang dengan tambahan bapa, kaka, mama dll.

Sebagai contoh: seorang anak tidak boleh menyebut nama sejati bapa, paman, ibu, mertua dan neneknya, Untuk mejelaskan bagaimana orang bertutur, maka kita ambil misalnya dua orang masing masing bernama X dan Y.

X Apa marga anda? Y Ginting Sinisuka ( yaitu dari marga bapaknya)
Beberenya? Sitepu ( yaitu dari marga ibunya)
Solurnya? Bangun ( yaitu marga ibu dari bapaknya )
Binuangnya? Sembiring Kembaren ( yaitu marga ibu dari ibunya)

Demikian pula sebaliknya Y akan bertanya kepada X, sehingga akhirnya dapat diambil kesimpulan tentang derajat ertutur dan nama panggilan perkauman. Orang Batak Karo wajib mengatakan yang sebenarnya, jika tidak maka ia memungkiri marga bapaknya dan ibunya, bagi orang Karo mungkir ini disebut MERSOKEN ASALNA.

Nama panggilan perkauman.

Perangin angin

Karo-karo

Ginting

Sembiring

Tarigan

ATUREN

Alan

Bob

berneh

SURANTA

Charles

Dean

Ulina

TERBIT

Ernest

Fowler

Sempa

BUKTI

Glenn

Hans

Arihta

BENAR

Ian

Jack

Tepat

Perangin angin, Ginting, Karo-Karo, Sembiring, Tarigan berada pada posisi TUTUR MEGANJANG, ATUREN, berneh, SURANTA, Ulina, TERBIT, Sempa, BUKTI, Arihta, BENAR, Tepat berada pada posisi TUTUR TENGAH Alan, Bob, Charles, Dean, Ernest, Fowler, Glenn, Hans, Ian, Jack posisi TUTUR METERUK

Anak Ginting ada 2, ialah TERBIT ( laki-laki) dan Sempa (perempuan). Demikian juga TERBIT memiliki dua anak Ernest dan Fowler. TERBIT mengawini anak perempuan Karo-karo yaitu Ulina, dan Sempa kawin dengan anak laki -laki Sembiring yaitu si BUKTI.

Mereka yang berada pada posisi tutur meganjang akan saling memanggil dengan sebutan SILIH dan pada posisi dibawahnya akan memanggil nama sejati mereka. TERBIT terhadap Karo-Karo akan memanggil MAMA, terhadap Sembiring akan memanggil BENGKILA.Sempa terhadap Ulina akan memanggil EDA, sedangkan Ulina memanggil Sempa Sedangkan si Charles, Dean, Ernest, Fowler, Glenn, Hans, Ian, Jack memanggil NINI kepada mereka yang pada posisi meganjang.

HUBUNGAN ANTAR KEKELUARGAAN

Hubungan anak kepada orang tua dalam garis lurus anak memanggil BAPA kepada bapaknya sendiri, demikian kepada saudara bapaknya memanggil BAPA TUA, BAPA TENGAH, BAPA NGUDA.

Demikian pula kepada ibunya sendiri memanggil NANDE dan kepada istri dari saudara bapa memanggil NANDE TUA, NANDE TENGAH, NANDE NGUDA.

Pada tingkatan keturunan kedua anak memanggil NINI BULANG untuk laki-laki dan NINI TUDUNG kepada perempuan.

Pada tingkatan keturunan ketiga memanggil OMPUNG baik laki-laki maupun perempuan. Dalam hubungan sebaliknya ke terendah memanggil KEMPU. Dibawah kempu ada kata RENTE dan dibawah lagi RENTAH.

Hubungan anak kepada saudara perempuan dari ayah adalah BIBI dan kepada suaminya adalah BENGKILA, kepada anak laki-lakinya memanggil SILIH dan kepada anak perempuannya adalah TURANG IMPAL.

Hubungan anak kepada saudara laki-laki dari ibu adalah MAMA dan kepada istrinya adalah MAMI, kepada anak laki-laki dan perempuannya memanggil IMPAL dan kepada istri ipar memanggil TURANGKU.

Panggilan kepada saudara perempuan dari ibu adalah BIBI dan kepada suaminya adalah BAPA, kepada anak laki-lakinya memanggil SENINA SEPEMEREN, dan kepada anak perempuannya memanggil TURANG.

Cara panggilan MAMI terdapat sedikit perbedaan dengan NINA MAMI

Umumnya yang digunakan dengan NINA MAMI adalah: ibu isteri sendiri dan kepada isteri isteri dari saudara saudara ayah isteri, demikian juga kepada isteri isteri keluarga semarga dari ayah isteri dan kepada saudara perempuan dari mertua perempuan, sebab disini dipakai istilah REBU. Kepada isteri dari saudara ibu biasanya dipanggil saja mami asal saja ia belum / tidak mengawini anak perempuan dari saudara ibu laki-laki demikian juga kepada isteri puang kalimbubu dipanggil mami. Demikian juga panggilan TURANGKU dan NINA TURANGKU terhadap saudara perempuan isteri ipar.

GOLONGAN DIANTARA MARGA

Selain dari pertalian perkauman, dapat juga diketahui dari ertutur itu tentang masuk golongan mana seseorang diantara marga yang dinamai LIMA SEJALAN (lima bagian dari satu keluarga) yaitu:

1 Puang Kalimbubu
2 Kalimbubu
3 Biak senina tambak benana
4 Bangsa (biak) anak beru
5 Anak beru menteri

Misalkan marga Ginting menjadi benana, jadi pokok dalam satu kampung (bangsa tanah), maka tetap keturunannya menjadi bangsa tanah (benana) atau pokok dalam kampung atau kesain itu. Yang dimaksud dengan perkataan benana disini, ialah orang atau marga dari orang yang duduk dalam satu rumah dijabu bena kayu. Didalam satu kesain adalah turunannya yang tertua menjadi benana yang dinamai atau diakui adat dari dulu jadi penghulu kesain (penghulu kampung), begitu juga didalam kampung yang terjadi dari beberapa kesain; jadi benana itu adalah turunan yang tertua dari orang yang pertama kali menjadikan kampung itu, dinamai pangkatnya penghulu ikutan.Turunan dari marga Karo-Karo masuk jadi golongan kalimbubu didalam pergaulan, dan sebagian diantara turunan itu wajib diingat selama-lamanya menjadi kalimbubu simajek dalikan atau simajek lulang yang lebih dihormati dari lain-lain kalimbubu. Marga perangin-angin dan turunannya diakui dan diingat oleh benana adalah masuk dalam golongan Puang Kalimbubu. Marga Sembiring dan turunannya masuk golongan anak beru, sebagian yang tertentu dinamai juga anak beru simajek lulang atau anak beru tua yang artinya mengingat bahasa nenek moyang orang itu dulu kawan dari benana mendirikan kampung itu, maka anak beru inilah yang berada disetiap urusan dari benana Tarigan dan turunannya diingat dan diakui oleh Sembiring masuk jadi anak beru menteri kepada benana Ginting dan keturunannya.

TIGA SEJALAN

Meskipun telah disebutkan ada 5 bagian dalam kumpulan perkauman, tetapi didalam tanggungan umum, utang bersama, perolehan dari kepunyaan bersama dalam mengadakan pesta biasanya timbul suatu kumpulan yang terdiri dari 3 bagian:

1

Kalimbubu

2

Senina

3

Anak Beru

Misalkan Karo-Karo jadi benana

1.Maka karo-karo dan turunannya menjadi kalimbubu

2.Turunan si Ginting masuk Senina

3.Sembiring menjadi Anak Beru

Misalkan didalam suatu acara bersama, hak dan tanggungan mereka tidaklah sama. Umpamanya sebuah tulang dan dagingnya, maka pembagian sebagai berikut:

Anak beru akan memotong 1/3 bagian dari daging tadi buat anak beru tua, tetapi yang jadi hak anak beru ialah amas artinya daging tambahan dari tulang kira-kira banyaknya 1/3 dari semua.

Potongan kedua , kira-kira 1/3 dari daging yang tertinggal = 2/9 dari semua daging buat senina diserahkan oleh anak beru.

Tulang bersama dag ing yang tinggal untuk bagian kalimbubu (benana), sehingga perbandingannya menjadi 4:3:2

ANAK BERU

Terbagi menjadi 4 bagian

Anak beru ipupus, yaitu seseorang yang menjadi keponakan kandung dari suatu marga, karena sebetulnya orang itu adalah anak dari saudara perempuan dari suatu marga.

Anak beru iangkip ialah orang dari lain marga mengawini seorang perempuan dari beru yang tertentu, anak laki-laki hasil perkawinan itu menjadi anak beru ipupus.

Anak beru adalah semua dari a dan b.

Anak beru tua ialah seseorang yang tertua dari semuanya anak beru, turun temurun dari merga orang itu selamanya dinamai anak beru tua.

SENINA DAN SEMBUYAK

Senina berarti sembuyak dan sembuyak berarti senina, lebih detailnya, senina lebih renggang perkauman dari pada sembuyak

Asalnya perkataan senina dari dua perkataan ditambah akhiran na, yaitu se sama dengan sada (satu), ni kependekan dari (nenek) dan akhiran na berarti dia punya. Jadi artinya adalah satu nenek.

Sembuyak kependekan dari sada mbuyak (satu perut). Jadi arti kata sembuyak ialah satu ibu, jadi bisa jadi lain marga tetapi satu bebere (beru dari Ibu)

 

@2001-2002 SINULINGGA.COM All rights reserved