HEPATITIS

Hepatitis adalah suatu keradangan hati.Penyebab dari keradangan ini dapat bermacam-macam antara lain infeksi virus, bekteri, parasit, obat-obatan, alkohol ataupun akibat dari penyakit lain. Penyebab yang paling umum adalah Virus, alkohol dan obat-obatan. Untuk menentukan penyebab dari hepatitis kita harus melakukan serangkaian tes, walaupun untuk banyak kasus dapat pula dikaji dari aktivitas dan kebiasaan penderita. Selanjutnya hanya dibahas mengenai hepatitis yang disebabkan oleh Virus.

Apakah Hepatitis Virus ??

Hepatitis virus sudah menyerang jutaan manusia dalam setahun dan menyebar diseluruh dunia. Penamaan virus yang menyebabkan hepatitis ini dilakukan secara alphabetical dimulai dari Virus Hepatitis A, yang mula pertama dikenal. Sampai saat ini telah dikenal 5 jenis A-E dan diyakini akan terus bertambah dimasa yang akan datang.

 

Hepatitis A

Hepatitis A atau disebut Hepatitis infeksiosa pada umumnya menyerang anak-anak dan orang dewasa muda. Virus ini dapat ditularkan melalui makanan. Biasanya terjadi pada daerah dengan sanitasi dan higiene yang jelek atau pada kamp militer, kota yang penuh sesak. Menurut beberapa literatur setelah standart hidup ditingkatkan di negara Eropa utara & Amerika utara selama 30 tahun belakangan ini angka kejadian Hepatitis A menjadi berkurang. Tetapi dengan meningkatnya sarana transportasi ke seluruh dunia maka resiko untuk tertular Hepatitis A semakin besar.

 

Hepatitis B

Hepatitis B secara populer dikenal sebagai "Hepatitis serum", dimana virus penyebabnya tinggal dalam darah. Beberapa tetes darah dari seorang penderita bila masuk ketubuh individu lain akan terjadi reaksi keradangan. Penularan secara umum terjadi melalui transfusi darah, pengunaan jarum suntikan yang sama pada penyalahgunaan obat, sexual kontak terutama pada kelompok dengan banyak sexual partner, homoseksual, prostitusi. Untuk mencegah penyebaran melaui transfusi darah, telah dilakukan screaning terhadap Hepatitis B sebelum darah didonorkan. Di Afrika & Asia timur penularan Hepatitis B dapat terjadi pada saat melahirkan. Bayi yang baru lahir dapat dapat terjangkit melalui darah ibu selama proses melahirkan. Virus Hepatitis B ini pertama kali ditemukan pada seorang Aborigin Australia sehingga sering pula disebut " Australia Antigen Hepatitis ". Kelompok ratio tinggi lain untuk mendapat infeksi Hepatitis B adalah doker dan perawat dimana mereka mungkin kontak dengan darah penderita selama operasi ataupun saat terjadi perdarahan penderita.

 

Hepatitis C

Dahulu ditemukan virus lain selain A & B dan diberi nama Virus non A non B. Tetapi beberapa tahun terakhir setelah ditemukan tes untuk mendeteksi virus tersebut, dinamakan virus Hepatitis C. Seperti pula Hepatitis B, virus Hepatitis C dapat ditularkan melalui transfusi darah dan donor darah. Sejumlah screaning untuk virus ini telah dilakukan. Dan masih diperdebatkan apakah dapat ditularkan melaui sexual kontak. Hepatitis C telah terjadi di seluruh dunia dan merupakn kejadian yang penting di negara seperti Italia dan Jepang sedangkan di Inggris bukan merupakan masalah utama.

 

Hepatitis D ( delta Hepatitis )

Hepatitis D yang berdiri sendiri, tidaklah membahayakan penderita. Tetapi bila menginfeksi seorang yang telah menderita Hepatitis B dapat terjadi proses radang yang cukup berat. Jadi bila kita tidak terinfeksi oleh Hepatitis B maka kita cukup aman terhadap Hepatitis D. Hepatitis D terutama ditemukan di Amerika selatan, negara di Mediterania dan Eropa timur.

 

Hepatitis E

Hepatitis E ternyata menjadi beberapa wabah (epidemi) hepatitis di Asia, Afrika, Amerika latin. Hepatitis E ditularkan melalui kontaminasi air sumur, yang dapat menyebabkan sakit yang mendadak yang tidak terlalu berat kecuali pada ibu hamil dimana mortalitasnya cukup tinggi.

Beberapa virus lain dapat menyebabkan Hepatitis walaupun jenis virus terssbut lebih dikaitkan dengan penyakit lain. Misalnya Mononucleosis infeksiosa, Herpes simplex. Pada beberapa kasus Hepatitis penyebabnya tidak dapat dideteksi.

 

Bagaimana Seseorang mendapat Hepatitis ??

Walaupung cara penularan telah diesbutkan diatas, tetapi kadang -kadang kita mendapat hepatitis tanpa mengetahui telah terpapar oleh hal tersebut. Contoh yang paling umum adalah makanan yang terkontaminasi ataupun minum air yang terkontaminasi di restauran. Kejadian ini menurun dengan semakin meningkatnya standar Higiene negara yang bersangkutan dan semakin meningkat pada kondisi sebaliknya.Penentuan sumber infeksi ini cukup penting mengingat masa inkubasi (mulai masuknya virus sampai timbul keluhan dan gejala) cukup panjang yaitu 5 minggu untuk Hepatitis A, 2-6 bulan untuk Hepatitis B dan beberapa minggu untuk Hepatitis C

 

Keluhan apa yang dirasakan seseorang penderita Hepatitis ??

Keluhan awal penderita biasanya adalah seseorang seperti terserang Flu (Flu-like Syndrom) dan disertai kelemahan, mual, hilangnya nafsu makan besamaan dengan gatal-gatal pada otot dan sendi, demam tinggi. Hal ini berlangsung selama beberapa hari dan diikuti munculnya Icterus (warna kuning pada tubuh). Keadaan icterus ini berlangsung selama 1-2 minggu dan kadang lebih lama lagi. Air seni menjadi lebih gelap dan kadang disertai nyeri perut kanan. Hepatitis A mempunyai gejala yang lebih ringan daripada Hepatitis B dan dapat terjadi kesembuhan sempurna. Sedang beberapa penderita pada Hepatitis B dapat menjadi Hepatitis Kronik. Banyak penderita Hepatitis C hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak ada gejala Hepatitis dan lebih sering berakhir menjadi Hepatitis Kronik.

 

Seberapa Menularnya Hepatitis ??

Untuk Hepatitis A, masa yang menular adalah 2-3 hari (dengan gejala seperti flu) sebelum terjadi icterus. Setelah ikterus muncul, resiko ini menurun dengan cepat dan hilang setelah beberapa hari. Sedang untuk Hepatitis B lebih beresiko daripada Hepatitis A dimana masa menularnya adalah 2-3 minggu sebelum mereka sdakit dan walaupun gejala ikterus te;lah muncul, mereka tetap dapat menulari orang lain selama beberapa bulan atau bahkan lebih lama.

Hepatitis B didiagnosa melalui tes darah dimana ditemuklan antigen Hepatitis B. Hilangnya antigen ini dari darah merupakan indikator jelas bahwa penderita tidak lagi mengalami infeksi. Tes ini cukup sederhana, tersedia di banyak laboratorium klinik dan dapat diulang pada waktu tertentu untuk memantau kelanjutan infeksi. Pada beberapa orang, antigen hepatitis B ini tidak pernah hilang dalam darah. Tetapi hal ini tidak berarti mereka terus menjadi infeksius. Terdapat antigen lain yang disebut " e Ag ". Keberadaanya menyatakan adanya infeksi tetapi bila ia hilang dan diganti oleh " e Ab ", penderita tidak lagi mengalami infeksi, walaupun antigen hepatitis B tetap muncul. Tes ini merupakan satu-satunya jalan untuk mendeteksi kelanjutan proses radang Hepatitis B.

 

Tindakan apa yang perlu untuk mencegah penularan kepada orang lain ??

Perhatian utama pada penderita Hepatitis adalah bahwa mereka dapat menularkan virus kepada orang lain.. Tindakan pencegahan untuk menurunkan resiko perlu dilakukan. Kontak secara intim harus dihindari. Peralatan makan, cukur pendererita harus dipisahkan dan dibersihkan dengan baik. Bila pasien dirawat di rumah, perlu diperhatikan pengelolaan darah, kotoran, dan air kencingnya secara higienis.

 

Pengobatan apa yang tersedia untuk penderita Hepatitis?

Seperti halnya infeksi virus lain, tidak ada pengobatan spesifik untuk hepatitis virus akut. Tetapi untunglah bahwa sebagian besar penderita mengalami kesembuhan sempurna yang cukup cepat. Pengobatan lebih ditujukan pada penderita yang telah mengalami komplikasi dari hepatitis akut dan juga bagi penderita yang menderita hepatitis kronik.

Istirahat total di tempat tidur tidaklah perlu. Jika penderita merasa sakit selama 2-3 hari ketika mengalami gejala seperti flu, mereka harus beristirahat di tempat tidur. Tapi ketika mereka sudah merasa lebih baik, tidak ada alasan untuk tidak beraktivitas lagi sejauh kemampuan penderita. Tidak ada bukti bahwa aktivitas tersebut menunda kesembuhan atau meningkatkan resiko kekambuhan.

Penderita pun harus mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup lemak, mengingat penderita mungkin mengalami penurunan berat badan sebanyak 6-7 kg selama minggu pertama dari sakitnya. Lemak merupakan sumber yang baik untuk kalori dan semakin baik diet penderita, semakin cepat kesembuhan tercapai.

Konsumsi alkohol harus dihentikan untuk sementara, mengingat alkohol dapat menambah kerusakan sel hati. Selain itu, hepatitis sendiri dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol. Hepatitis alkohol akan sembuh hanya bila penderita menghentikan konsums alkohol tersebut.

Dapatkah seseorang menderita Hepatitis lebih dari satu kali?

Bila seseorang sembuh dari Hepatitis A, maka ia akan mendapat kekebalan seumur hidup terhadap virus Hepatitis A, tapi tidak untuk jenis lainnya. Hal ini juga berlaku untuk Hepatitis B. Kadang-kadang orang yang telah sembuh dari Hepatitis tertentu, menderita kekambuhan lagi, Hal ini lebih mungkin disebabkan oleh virus yang tidak hilang dengan sempurna dari tubuh, daripada infeksi kedua dari sumber lain.

Apakah seseorang yang pernah mendapat Hepatitis dapat menjadi pendonor?

Beberapa waktu lalu, setiap orang yang pernah menderita hepatitis secara otomatis didiskualifikasi sebagai pendonor darah.Semua darah dari donor, terlepas apakah mereka pernah menderita hepatitis atau tidak, akan dicek akan keberadaan Hepatitis B dan C. Banyak pusat transfusi darah yang menolak donor yang pernah menderita hepatitis 12 bulan sebelumnya dan menerima mereka setelah jangka waktu tersebut, sejauh tak ada bukti adanya hepatitis B&C.

Dapatkah seseorang mendapat Hepatitis dengan menjadi pendonor?

Jawabannya adalah tidak. Beberapa orang dideteksi mendapat hepatitis B atau C di saat mereka mau mendonorkan darahnya. Tapi hal ini tidak mencerminkan mereka mendapat hepatitis saat memberikan darahnya. walaupun kita ketahui bahwa virus ditularkan melalui jarum, tapi ini terjadi hanya bila jarum tersebut terkontaminasi oleh penderita. Sedangkan jarum-jarum yang digunakandi pusat transfusi darah telah dosterilkan (malah "disposable") sehingga tidak ada resiko penularan hepatitis.

Dapatkah seseorang divaksinasi terhadap Hepatitis?

Injeksi gamma globulin dapat melindungi seseorang dari hepatitis A untuk beberapa bulan. Hal ini dianjurkan untuk orang-orang yang ingin bepergian ke daerah-daerah di mana kasus hepatitis A banyak terjadi. Sedangkan untuk hepatitis B terdapat 2 cara memperoleh perlindungan. Cara pertama adalah penyuntikan serial sebanyak 3 kali vaksin hepatitis B dan dapat memberikan kekebalan untuk beberapa tahun. Vaksin jenis ini diberikan tiap selang 6 bulan. Penggunaan utama cara ini adalah untuk golongan resiko tinggi seperti dokter, perawat dan orang-orang yang bekerja di daerah yang banyak kasus hepatitis B. Cara ini juga berguna untuk keluarga dari penderitayang memiliki Antigen hepatitis B dan E Antigen positif.

Cara lain adalah menggunakan spesifik hepatitis B globulin. Bahan ini diambil dari penderita yang baru sembuh dari hepatitis B, dan tidak lagi membawa antigen hepatitis B, serta membawa sejumlah besar antibodi spesifikhepatitis B. Hepatitis B globulin ini efektif melawan virus hepatitis B (tidak untuk jenis lainnya) selama beberapa bulan dan diberikan pada orang-orang yang baru saja dan secara tidak sengaja terkontaminasi oleh darah dengan hepatitis B positif, misalnya ahli bedah yang teriris saat mengoperasi atau perawat yang digigit atau dicakar pasien. Sejauh ini belum ada vaksin yang dikembangkan untuk hepatitis C atau E, juga belum ada vaksin untuk hepatitis D.Tetapi perlindungan terhadap hepatitis B secara otomatis melindungi terhadap hepatitis D.

Disusun oleh : Novia Fransiska, mahasiswa FK Unair angkatan '93
2 Mei 1997

Sebagian besar diambil dari : Liver Disease and Gall Stone : the facts,
Alan G Johnson & David R Trigler
Oxford University Press, 1992

Kembali ke depan


Buku tamu

e-mail