-- BROERY MARANTIKA --

Angin Malam

Bberhembus angin malam
Mencekam, menghempas
Membelai wajah ayu
Itulah kenangan
Yang terakhir dengan mu

Ku dekati diri mu
Kau diam
Tersungging senyuman
Di bibir mu
Itulah senyuman
Yang terakhir dari mu

* :
Diiringi gemuruh angin
Meniup daun-daun
Alam yang jadi saksi
Kau serahkan jiwa raga

** :
Angin tetap berhembus
Tak henti
Walaupun sampai
Akhir hidup ku
Oh, angin malam
Bawa daku kepadanya

( Ulang Rangkap * dan ** )

( Lagu : A. Riyanto - Lirik : A. Riyanto )


Cinta

Ke gurun engkau ikut
Ke kutub engkau turut
Bersama sehidup semati
Demikian kau ucapkan janji
Menangis kita berdua
Tertawa bersama...

* :
Tapi kini apa terjadi
Segalanya kau tak perduli lagi
Yang lebih menghancurkan kalbu
Kau bercumbu didepan ku

Oh, Tuhan tunjukkanlah dosa dan salah ku
Mudahnya dia buat janji
Semudah ia ingkar janji
Alangkah kejamnya cinta
Alangkah pedihnya...

Ooh, kejam...
Ooh, pedih
Cinta oh cinta...
Ooh, kejam
Ooh, pedih
Cinta oh cinta...

( Lagu : A. Riyanto - Lirik : A. Riyanto )


Gugur Mu Ditangkai Madu

Kau mekar ditaman seni
Disanjung berjuta hati
Dan harum mu semerbak mewangi
Pabila embun menjelma
Kelopak segar berbunga
Oh pabila suria tiba
Kuntum mu mekar berbunga

* :
Masa pun terus berganti
Tiada yang abadi
Indah mu sementara
Sayang...

** :
Saatnyakan tiba jua
Hilanglah pujuk dan puja
Oh terkulai layu dan kaku
Gugur mu ditangkai madu

( Ulang Rangkap * dan ** )

( Lagu : Ahmad Nawab - Lirik : Rina )


Hati Yang Terluka

Kan ku cari jalan yang sunyi
Untuk menghindar diri dari mu
Ku berjanji di dalam hati
Tak kan lagi ku menjumpai mu

Di tengah nya kabut bermandi embun pagi
Dingin membuat hati ku membeku

kau yang telah membuat luka di hati ku
kau yang telah membuat janji-janji palsu
Kau yang selama ini aku sayangi
Kau merubah cinta ku jadi benci

Di tengah nya kabut bermandi embun pagi
Dingin membuat hati ku membeku
kau yang telah membuat luka di hati ku
kau yang telah membuat janji-janji palsu
Kau yang selama ini aku sayangi
Kau merubah cinta ku jadi benci

( Lagu : A. Riyanto - Lirik : A. Riyanto )


Langit Petang

Mengapakah awan mendung
Menghiasi langit petang
Redup sinar alam maya
Tanpa sinar bahagia

Kehampaan yang melanda
Di titian kehidupan
Resah duka berpanjangan
Menantikan kedamaian

* :
Di mana sinaran mu
Di mana keindahan
Di mana pengharapan
Hanya kecewa sering melanda

** :
Sendainya senja tiba
Dalam suram langit petang
Sepi malam kegelapan
Tanpa sinar kebahagiaan

( Ulang Rangkap * dan ** )

( Lagu : - Lirik : )


Mawar Berduri

Tertulislah kisah
Tentang bunga mawar
Di tengah belukar yang penuh dengan duri
Semerbak harumnya yang tiada tara
Siapapun ingin memetik bunga itu

Banyaklah kumbang datang
Ingin menghisap madunya
Aduh sayang..
Banyak kumbang yang mati karena tertusuk duri
Aduh sayang

Kau memberi hati kepada diri ku
Seluruh hidupku, kudambakan pada mu
Tak kusangka sangka bukan hanya daku
Mendapat kasih mu membuat hati luka

* :
Mawar berduri
Kini ku pergi
Dengan membawa luka di hati
Mawar berduri
Cukup sekali
Kau melukai hatiku
Hati ku..

( Ulang Rangkap * )

( Lagu : A. Riyanto - Lirik : A. Riyanto )


Mungkinkah

Di lembah yang berlumpur dan bernoda
Di sanalah kini engkau berada
Mengapa oh.. mengapa
Aku tak percaya

Dulu pernah aku mengagumi mu
Sekarang pun tetap mengharapkan mu
Mengapa oh mengapa
Tak perlu bertanya

* :
Andaikan mungkin...
Ingin daku mengajak kau kembali
seperti... waktu itu ooh...
Tinggalkan saja
Dan lupakan semua yang terjadi
Anggaplah angin lalu...u...u...

Sampai kapankah kau harus begini...
Mungkinkah kau ingin
Terus begini...
Mengapa oh.. mengapa
Aku tak percaya...

( Ulang Rangkap * )

( Lagu : - Lirik : )


Rindu Mu Rindu Ku

Selembut sutera
Sebening pelangi
Diri mu ku rangkai
Di dalam kalbu

Oh terbawa senyum mu
Terbawa tangis mu
Rindu mu rindu ku
Setiap waktu

* :
Ku dengar bisik angin senja
Di telinga suara mu
Seolah wajah mu terlihat di rembulan
Oho... hoho... oh....
Aduhai pujaan..
Daku pun tak tahan
Rindu mu rindu ku
Sampai nanti...

( Ulang Rangkap * )

( Lagu : Ahmad Nawab - Lirik : Broery Marantika )


Rindu Yang Terlarang

L : Sekian lama sudah kita telah berpisah
Ku rasa kini kau tak sendiri lagi

P : Aku pun kini seperti diri mu
Satu hati telah mengisi hidup ku
Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini
Dan lagi mungkin kini kau telah bahagia

L : Namun andai kau dengar syair lagu ini
Jujur saja aku sangat merindui mu
Memang tak pantas menghayal tentang diri mu
Sebab kau tak lagi seperti yang dulu
Kendati berat rasa rindu ku pada mu
Biar ku hadang rindu ku terlarang

P : Biar ku simpan saja
Biar ku pendam sudah

L : Terlarang sudah rindu ku pada mu

L : Namun andai kau dengar syair lagu ini
Jujur saja aku sangat merindui mu
Memang tak pantas menghayal tentang diri mu
Sebab kau tak lagi seperti yang dulu

P : Kendati berat rasa rindu ku pada mu

L : Biar ku hadang rindu ku terlarang

L : Ku isi kan rindu di hati ku
Ku harap tiada seorang yang tahu

P : Biar ku simpan saja
Biar ku pendam sudah

L : Terlarang sudah rindu ku pada mu

( Lagu : - Lirik : )


Sahabat Ku

Andainya kau dapat terbang
Sampai ke bintang
Andainya kau kaya raya
Mungkinkah kau ingat daku
Sahabat karib mu

Andainya kau jadi raja
Dan berkuasa
Duhai sahabat karibku
Masihkah kau ingat daku
Sahabat mu dulu

* :
Teringatkan janji mu
Yang kau ucap dahulu
Walau gempa bumi
Menghancur dunia
Tak akan berpisah
Kau dan aku....

Andainya kau bersenjata
Di medan perang
Andainya daku musuh mu
Sampaikah hati mu
Kawan, melukai daku

( Ulang Rangkap * )
Andainya kau pergi dulu
Dari dunia
Andainya kau lihat Syurga
Janganlah kau lupa daku
Sahabat karib mu
Jangan lupa daku sahabat karib mu

( Lagu : Broery Marantika - Lirik : Broery Marantika )


Selamat Tinggal

Ijinkan aku pergi
Apalagi yang engkau tangisi
Semogalah pengganti ku
Dapat lebih mengerti hati mu

Memang berat ku rasa
Meninggalkan kasih yang ku cinta
Namun bagaimana lagi
Semuanya harus ku jalani

* :
Selamat tinggal ku doakan
Kau selalu bahagia
Hanya pesan ku
Jangan lupa kirimkan kabar mu
Bila suatu hari
Dia membuat kecewa di hati
Batin ini takkan rela
Mendengar mu hidup menderita

Dialog : Sayang walau kemesraan kita sesaat cuma
Namun kau tetap di hati
Ku iringi kepergian mu dengan ikhlas hati
Semoga kelak kita kan bersatu lagi

( Ulang Rangkap * )

Dialog : Selamt tinggal.. kasih
Selamat jalan.. sayang

( Lagu : - Lirik : )



-- DEWI YULL --

Kini Baru Kau Rasa

Ku anggap cinta
Hanya sandiwara
Hanya tawa dan canda
Hanya pelipur lara
Nanti juga kan sirna

Kini kau rasa
Pahit getirnya cinta
Mengapa kau lepaskan
Kini jadi sesalan
Kasih entah di mana

* :
Kini kau selusuri
Jalan-jalan memori
Kau harapkan bertemu
Kekasih yang kau rindu
Tiada bisa kau lupa
Wajah dan senyumannya
S'makin lama kau coba
Melupakan dirinya
S'makin dalam kau rasa

L : Bukit berbunga
endefoot berdua

P : Kau selalu ke sana
Seakan dia di sana
Menantikan diri mu

L : Terbayang-bayang
Manis dalam kenangan

P: Kini baru kau rasa
Kasih tiada duanya
Cinta tiada taranya

( Ulang Rangkap * )

S'makin lama kau coba
mMelupakan dirinya
S'makin dalam kau rasa....

( Lagu : - Lirik : )



-- JAMAL MIRDAD --

Hati Seorang Teman Baru

Bukan aku memuji mu
Engkaulah satu antara seribu
Bukan aku merayu mu
Engkaulah satu pilihan jiwa ku

Dara manis kawan baru
Aku ucapkan setulus hati ku
Percayalah kepada ku
Ku bawa mimpi karna rasa rindu

Ku menanti sampai kini
Dari hari ke hari jawapan pasti
Kau nyatakan kepada ku
Kau menganggapku hanya teman baru

Engkau satu penghibur ku
Ku pancarkan harapan cinta pada mu
Terimalah hati ini
Yang kini sangat mengharap mu

Oh.. Dara manis ayu
Berikanlah cinta mu

Wajah lembut nan menawan
Menyiram dingin luka di hati ku
Dua tangan ku memohon
Sirami pula bunga dalam dada

Ku menanti sampai kini
Dari hari ke hari jawapan pasti
Ku percaya (Ku percaya)
Satu hari (Satu hari)
Engkau menjadi milik ku abadi

Engkau satu penghibur ku
Ku pancarkan harapan cinta pada mu
Terimalah hati ini
Yang kini sangat mengharap mu

( Lagu : - Lirik : )


*** Page 31 ***

<-- Previous Next -->

[Lyrics Index] [Main Index]