APA ITU MULTI LEVEL MARKETING (MLM)?

Sebelum bisa memahami seluk beluk bisnis MLM sehingga pada saat terjun di bisnis ini nantinya dapat menjalankannya dengan benar dan berhasil, adalah paling baik memahami terlebih dahulu konsep bisnis ini. Secara sangat sederhana dan langsung ke inti bisnis ini, MLM adalah sebuah bisnis yang berhubungan dengan merekomendasi, yakni merekomendasi hal-hal yang kita sukai.

Kata kunci dalam pengertian di atas adalah "rekomendasi". Istilah yang sangat akrab di telinga kita bukan?

Memang! Perkara rekomendasi- merekomendasi adalah suatu kegiatan yang sangat biasa kita lakoni sehari-hari, mulai dari merekomendasi mobil merek tertentu, bengkel tertentu, restoran tertentu, salon tertentu, dan apa saja yang kita sendiri sukai dan puas. Dan, kita hampir tidak pernah mengenal istilah bosan atau kapok atau bahkan berhenti merekomendasi. Sejauh masih ada hal-hal baru yang kita sukai, dan sejauh masih ada orang-orang yang kita senangi, maka kegiatan "merekomendasi" tetap kita lakukan

Sesungguhnya itulah bisnis MLM. Perbedaan satu-satunya dengan kegiatan "rekomendasi" yang kita lakukan sehari-hari hanya terletak pada unsur "penghargaan" secara finansial saja. Di bisnis MLM, kegiatan "rekomendasi" yang kita lakukan dihadiahi dengan bonus uang, sedangkan pada jenis "rekomendasi" yang lain tidak ada bonus uangnya.

Hal lain yang tidak kalah penting dan membedakan MLM dengan "selling" secara konvensional adalah bahwa orang-orang; kepada siapa kita rekomendasikan sesuatu adalah hampir selalu orang-orang yang sudah kita kenal dengan baik. Kita hampir tidak pernah mendatangi orang asing dan sekonyong-konyong merekomendasikan sesuatu. Itu adalah bidangnya para "Salesman". Anggota sebuah perusahaan MLM yang diberi pelatihan yang benar bukanlah salesman.

 

BAGAIMANA MEKANISME KERJA MLM?

Kalau demikian, bagaimana mekanisme kerjanya dan kenapa disebut Multi-Level? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat menggunakan sebuah contoh yang lebih konkrit. Katakanlah kita sedang merekomendasi kepada seorang teman bernama "A" di kantor tentang sebuah restoran yang menyajikan makanan yang enak dan murah dengan suasana dan pelayanan yang memuaskan. Karena tertarik, maka Si "A" mengunjungi restoran tersebut dan ternyata juga sangat dipuaskan dengan apa yang anda rekomendasikan. Jika restoran ini dibisniskan secara MLM, maka Anda akan diberi bonus atas usaha merekomendasikan restoran tersebut.

Lebih lanjut, katakanlah karena Si "A" puas dan kemudian merekomendasikan restoran tersebut kepada teman Si "B"; yang sering berolah raga di sport club yang sama. Atas rekomendasi tersebut, Si "B" ini juga mengunjungi restoran tersebut.

Nah! Sekarang Anda selain mendapat bonus dari kunjungan Si "A" ke restoran tadi, Anda juga akan menerima bonus dari kunjungan Si "B" ke restoran yang sama. Dan Si "A" juga akan menerima bonus atas kunjungan teman Si "B" ke restoran tersebut. Demikianlah seterusnya.

Semakin banyak orang-orang yang mengunjungi restoran tersebut sebagai upaya langsung maupun tidak langsung dari rekomendasi Anda yang pertama tadi, maka akan semakin besar bonus yang akan Anda terima. Dan yang lebih penting lagi, setiap kali orang-orang tersebut mengunjungi kembali restoran tadi, maka Anda akan dibayar kembali.

Apa risiko kegagalan Anda dalam hal ini? Praktis tidak ada. Investasi yang Anda keluarkan hanyalah membayar bon restoran pada kunjungan pertama, dan untuk itupun Anda sebenarnya sudah mendapat sesuatu, yakni makanan yang Anda pesan. Bentuk investasi yang lain paling-paling hanyalah biaya penggabungan sebagai Anggota restoran tersebut yang mungkin disyaratkan pada awalnya. Dan biaya ini biasanya tidak mahal, hanya sekadar pengganti uang administrasi dan materi-materi bacaan yang Anda terima.